Direktur Keuangan Pertamina, M. Afdal Bahaudin mengungkapkan, aksi pembajakan ini tidak berdampak serius terhadap pasokan minyak Indonesia, pasalnya minyak itu telah diasuransikan.
"Dari kita sudah diasuransikan. Secara stok nasional, itu tidak terlalu berpengaruh," ungkap Afdal kepada wartawan di kantornya, Jakatra, Senin (14/5/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterangan dari Petral (anak usaha Pertamina) jumlahnya 997.240 barel. Yang saya tahu infonya mereka butuh waktu 3 hari untuk nego dengan pembajak," paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya kapal kargo milik Yunani MT Smyrni yang mengangkut 950 ribu barel minyak impor milik PT Pertamina (Persero) dibajak di perairan Oman, oleh perompak Somalia. Minyak mentah jenis Azeri asal Azarbaijan ini rencananya akan diimpor ke Balikpapan.
(zlf/dnl)











































