Pertama Dalam Sejarah, Produksi Gas Masuk Asumsi Makro 2013

Pertama Dalam Sejarah, Produksi Gas Masuk Asumsi Makro 2013

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 16 Mei 2012 12:32 WIB
Pertama Dalam Sejarah, Produksi Gas Masuk Asumsi Makro 2013
Jakarta - Untuk pertama kalinya, asumsi produksi atau lifting gas masuk dalam makro RAPBN 2013. Pemerintah mengasumsikan produksi gas di 2013 mencapai 1.290-1.360 mboepd (juta barel setara minyak per hari).

"Dalam KEM (kebijakan ekonomi makro) PPKF 2013 ini, ada satu variabel baru sebagai asumsi ekonomi makro yaitu lifting gas," ujar Menteri Keuangan dalam rapat paripurna DPR mengenai penyampaian keterangan pemerintah atas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2013 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2012).

Agus Marto menyatakan berdasarkan data 2010, total cadangan gas bumi Indonesia diperkirakan mencapai 157,14 triliun standard kubik (tscfd) atau sekitar 3% dari cadangan gas dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berbeda dengan cadangan minyak bumi yang semakin menipis, cadangan gas bumi Indonesia masih cukup besar," jelasnya.

Untuk perkembangan produksi gas bumi Indonesia, tambah Agus Marto, mengalami kecenderungan yang relatif stabil dan ada 12 proyek yang menjadi andalan peningkatan produksi gas Indonesia hingga 2016 mendatang.

"Dengan melihat perkembangan ini, maka lifting gas di 2013 diperkirakan berada pada kisaran 1,29-1,36 juta barel setara minyak per hari," pungkasnya.

Dalam KEM PPKF, pertumbuhan ekonomi pada 2013 diasumsikan sebesar 6,8-7,2%, inflasi 4,5-5,5%, tingkat suku bunga SPN 3 bulan sekitar 4,5-5,5%, nilai tukar rupiah Rp 8.700-Rp 9.300/US$, harga minyak US$ 100-120 per barel, dan lifting minyak sekitar 910-940 ribu barel per hari. Defisit anggaran sekitar 1,3-1,9% dari PDB, dan rasio utang terhadap PDB sekitar 21-23% pada akhir 2013.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads