Tiga lapangan gas tersebut adalah Lapangan APN E&F di Blok Offshore Northwest Java (ONWJ) dengan operator Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ, Lapangan Wortel di Blok Sampang dengan operator Santos (Sampang) Ltd dan Lapangan Tembang Subsea di Blok B dengan operator ConocoPhillips Indonesia.
"Lapangan-lapangan gas ini sudah mulai onstream di Q1 tahun 2012. Kita berharap proyek-proyek ini dapat memberikan tambahan pasokan gas untuk domestik," ujar Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) Gde Pradnyana di Jakarta, Minggu (20/5/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Gde menyebutkan selain lapangan gas tersebut, proyek hulu migas yang telah selesai dikerjakan pada kuartal pertama ini adalah transfer line atau pemasangan pipa penyalur minyak dari lapangan Tampi, Blok Merangin Dua, di Musi Rawas Sumatera Selatan. Gde menyatakan dengan pemasangan pipa penyalur ini diharapkan produksi minyak di daerah tersebut dapat meningkat.
"Selesainya pemipaan ini diharapkan dapat menaikkan produksi minyak dari lapangan tersebut dari sebelumnya sekitar 1.300 bpd menjadi 1.900 bpd," lanjutnya.
Lebih lanjut lagi, Gde mengungkapkan BP Migas untuk tetap selalu memenuhi pasokan gas dan minyak domestik. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti pembentukan Komite Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas Produksi yang beranggotakan 88 tenaga ahli dari BP Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontrak KKS).
Komite ini akan membantu dan memberi masukan kepada BPMIGAS dalam pengambilan keputusan secara komprehensif. Dia akan menjadi forum “peer review” terhadap keputusan yang akan diambil oleh BPMIGAS atas usulan Kontraktor KKS.
"Tujuannya untuk mencegah keterlambatan pembangunan proyek dan pembengkakan biaya hingga mengurangi unplanned shutdown," terangnya.
Ia mengatakan BP Migas pun kerap kali menemui beberapa kendala. Gde mengatakan faktor pembebasan lahan menjadi kendala utama pihaknya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Gde berharap semua pihak yang terkait bisa memberikan kontribusi dalam penyelesaian proyek hulu migas agar tepat waktu.
"Masalah ini tidak bisa kami tangani sendiri, kami mengharapkan semua stakeholder mendukung dalam menyelesaikan proyek ini," tutupnya.
(zul/hen)











































