"Indonesia menginginkan investasi bidang perminyakan, dan tentu ini bisa mendorong raw material dari Kazakhstan ke Indonesia," ungkap Hatta ketika ditemui di Astana, Kazakhstan, Senin (21/5/2012).
Dijelaskan Hatta, produksi minyak Kazakhstan saat ini adalah 2 juta barel per hari. Karena itu pemerintah Indonesia berharap bisa mengimpor minyak langsung dari Kazakhstan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"MoU sudah dilakukan, memang mereka (Kazakhstan) belum mau komitmen. Namun kira-kira potensi yang sudah fill ada 3 kilang mencapai 100.000 barel," ungkap Karen.
Kazakhstan merupakan negara Republik pimpinan Presiden Nursultan A. Nazarbayev yang telah bekerjasama dengan Indonesia sejak 1993.
Komoditi ekspor yang dihasilkan yakni minyak dan gas 59%, metal 19%, bahan kimia 5%, mesin-mesin 3%. Selain itu ada pula gandum, wool, daging, dan batubara. Volume perdagangan Indonesia-Kazakhstan mencapai US$ 33,15 juta.
(dru/dnl)











































