Presiden Direktur PHE Salis S. Aprilian mengatakan, PHE melepaskan 10% sahamnya di sebuah sumur migas Australia akibat harga hasil produksi terlalu murah.
"Kami tahun ini akan divestasi sebesar 10% saham kita di kilang Australia," kata Salis ketika ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sening (21/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga akan dilakukan PHE untuk asetnya di Malaysia, namun masih menunggu negosiasi harga.
"Aset di Malaysia juga akan kita lepas, tetapi saat ini kita masih negosiasi harga, kalau tidak ada perubahan harga maka akan divestasi juga," ungkap Salis.
Aset PHE di Malaysia (SK35) awalnya diproyeksikan untuk memproduksi minyak namun setelah dieksplorasi yang keluar ternyata gas.
"SK35 setelah kita bor ternyata keluarnya gas ikutan bukan minyak, kalau sudah begitu harganya murah sekali, tidak mencapai harga keekonomian, jadi saat ini kita masih lakukan negosiasi harga dulu," katanya.
Terkait pelepasan saham di Australia, harga sudah ditentukan, namun masih ditawarkan dahulu dengan para pemegang saham di kilang di Australia, tetapi kalau tidak ada yang berminat baru ditawarkan ke pihak lain.
"Di kilang tersebut ada sekitar 5 pemilik saham, saat ini masih ditawarkan ke 5 pemilik saham tersebut, tetapi kalau tidak ada yang berminat kita tawarkan ke pihak luar," tandas Salis.
(rrd/dnl)











































