Meskipun terkenal dengan wilayah penghasil energi, ternyata masih ada wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang sampai saat ini belum mencicipi BBM subsidi, dan harus membeli BBM dari Malaysia.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Farid Wadjdy dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2012).
"Di Kaltim itu ada 3 kabupaten yang menjadi wilayah perbatasan langsung dengan Malaysia. Ada 5 kecamatan yang sampai hari ini setelah Indonesia merdeka selama 67 tahun itu belum pernah memperoleh BBM bersubsidi," kata Farid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika perbatasan ditutup oleh tentara Malaysia, maka masyarakat di lima kecamatan ini tidak bisa mendapatkan BBM.
Kondisi ini membuat masyarakat di Kaltim iri dengan kondisi di luar Kaltim, khususnya di Jawa. "Di seluruh kabupaten kota di Jawa tidak ada antrean panjang. Paling hanya berapa kendaraan dan berlangang pelayanan 24 jam," tukasnya.
(dnl/hen)










































