Ketua Forum Percepatan Pembangunan Daerah Kalimantan, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudi Ariffin mengatakan saat ini antrean pembelian BBM di SPBU kian parah.
"Kondisi kian parah, antrean panjang, kami kepala daerah di Kalimantan sepakat meminta dan mendesak pemerintah untuk menambah jatah kuota BBM bersubsidi dari 7% ditambah lagi sebesar 60% dari kuota tersebut," kata Rudi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kalimantan rata-rata 20% per tahun, namun kuota BBM subsidi bukan bertambah malah berkurang.
"Pertumbuhan kendaraan di Kalimantan baik roda dua dan empat rata-rata 20%, sedangkan realisasi pada 2011 sebesar 7,19% namun jatah kuota 2012 jatah kuotanya turun menjadi 7%," jelasnya.
Dibandingkan daerah lain, hanya Kalimantan yang turun jatah BBM subsidinya. Di Sumatera pada 2012 naik menjadi 25%, Sulawesi di 2011 naik jadi 8% di 2012, Papua dan Maluku juga naik dari 1,86% di 2011 menjadi 2% di 2012.
βIni tidak adil, kami iri, makanya kami mendesak agar pemerintah dengan persetujuan DPR agar menambah jatah kuota BBM subsidi sebanyak 60% lagi,β tandasnya.
(rrd/dnl)











































