Antrean SPBU Parah, Kalimantan Minta Jatah BBM Subsidi Ditambah

Antrean SPBU Parah, Kalimantan Minta Jatah BBM Subsidi Ditambah

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 21 Mei 2012 17:55 WIB
Antrean SPBU Parah, Kalimantan Minta Jatah BBM Subsidi Ditambah
Jakarta - Sebanyak 4 daerah di Kalimantan meminta tambahan kuota BBM subsidi 60% dari kuota yang ditetapkan pemerintah. Sebelumnya pemerintah sudah menyepakati menambah kuota hanya 7%.

Ketua Forum Percepatan Pembangunan Daerah Kalimantan, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudi Ariffin mengatakan saat ini antrean pembelian BBM di SPBU kian parah.

"Kondisi kian parah, antrean panjang, kami kepala daerah di Kalimantan sepakat meminta dan mendesak pemerintah untuk menambah jatah kuota BBM bersubsidi dari 7% ditambah lagi sebesar 60% dari kuota tersebut," kata Rudi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia khawatir, masyarakat di Kalimantan yang lelah mengantre bakal melakukan kerusuhan. "Masyarakat sudah lelah mengantre, kami khawatir antrean berpusatnya massa terjadi kerusuhan," kata Rudi.

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kalimantan rata-rata 20% per tahun, namun kuota BBM subsidi bukan bertambah malah berkurang.
"Pertumbuhan kendaraan di Kalimantan baik roda dua dan empat rata-rata 20%, sedangkan realisasi pada 2011 sebesar 7,19% namun jatah kuota 2012 jatah kuotanya turun menjadi 7%," jelasnya.

Dibandingkan daerah lain, hanya Kalimantan yang turun jatah BBM subsidinya. Di Sumatera pada 2012 naik menjadi 25%, Sulawesi di 2011 naik jadi 8% di 2012, Papua dan Maluku juga naik dari 1,86% di 2011 menjadi 2% di 2012.

β€œIni tidak adil, kami iri, makanya kami mendesak agar pemerintah dengan persetujuan DPR agar menambah jatah kuota BBM subsidi sebanyak 60% lagi,” tandasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads