Masyarakat di sekitar Muara Sungai Barito Kalimantan Selatan (Kalsel) mengancam akan memblokir kapal-kapal pengirim batubara ke luar daerah.
Ancaman ini bagian dari reaksi masyarakat yang sudah bosan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi harus mengantre berjam-jam di SPBU. Antrean dipicu karena kuota BBM subsidi yang menipis, sementara permintaan penambahan kuota belum disetujui pemerintah pusat.
"Kalau tidak ada kepastian, 1-2 minggu lagi masyarakat di Muara Sungai Barito siap memblokir distribusi kapal-kapal pengangkut batubara," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (21/5/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi masyarakat di Kalimantan Selatan saat ini menungu hasil rapat dengan DPR (Komisi VII) hari ini, mereka menunggu berita di koran, apakah DPR mendukung tambahan kuota BBM subsidi apa tidak," kata Nasib
Β
Nasib mengetahui persetujuan penambahan kuota BBM subsidi membutuhkan proses dan mekanisme yang panjang, namun ia ingin mendapatkan kepastian. Sehingga ketika pulang ke daerah bisa menyampaikan ke rakyatnya bahwa DPR-RI berkomitmen untuk menambah kuota BBM.
(rrd/hen)











































