Pemerintah tidak akan membubarkan anak usaha Pertamina yang bermarkas di Singapura, Pertamina Energy Trading (Petral) karena isu-isu korupsi. Namun fungsi Petral akan berubah.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, meski tidak bubar, Petral nantinya tidak akan melakukan tender pembelian BBM impor untuk Indonesia lagi.
"Petral itu nggak usah dibubarkan. Nanti kan fungsinya bisa berubah. Misalnya nanti Pertamina sudah membeli BBM langsung dari kilang dan sudah membeli minyak mentah dari pemilik sumur minyak. Nah Petral sudah tidak melakukan lagi trading untuk Pertamina. Tapi bisa saja Petral tetap hidup. Misalnya beli minyak dari Kuwait dijual ke Thailand beli minyak dari Bahrain dijual ke Filipina," tutur Dahlan di kantor Pann Multifinance, Cikini, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah ingin agar Pertamina membeli BBM langsung dari pemilik kilang minyak, atau artinya tidak lagi melalui Petral.
"Kalau Pertamina sudah beli minyak dari, katakanlah pemilik ladang minyak, kan sudah nggak lewat Petral. Apakah Petral harus bubar? Kan dia bisa melakukan bisnis sendiri. Apa salahnya? Kan nggak ada salahnya," tutur Dahlan.
Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan proses agar Pertamina tak lagi mengimpor BBM dari pedagang. "Sedang dipersiapkan, negosiasi kan lama, mencari pemilik kilang kan juga lama, kasih waktulah," tutup Dahlan.
(dnl/wep)











































