Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R. Priyono mengatakan, produksi minyak dari Januari hingga April 2012 rata-rata 880.701 bph, sedangkan lifting minyak rata-rata hanya sebesar 850.456 bph.
"Pada Januari produksi minyak sebesar 884.387 bph, sedangkan lifting sebesar 790.446 bph dengan total closing stock sebesar 10.969.160 bbls. Lifting pada Januari merupakan lifting terendah sementara lifting paling tinggi periode Januari-April 2012 ada di Februari sebesar 884.369 bph," kata Priyono dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rrd/dnl)











































