Kalimantan Minta Tambah Kuota BBM, Dirjen Migas: Tak Bisa, Jangan Egois!

Kalimantan Minta Tambah Kuota BBM, Dirjen Migas: Tak Bisa, Jangan Egois!

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 22 Mei 2012 18:26 WIB
Kalimantan Minta Tambah Kuota BBM, Dirjen Migas: Tak Bisa, Jangan Egois!
Jakarta - Permintaan empat kepala daerah Kalimantan soal tambahan kuota BBM subsidi nampaknya bakal kandas. Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM belum memberikan tanda-tanda merestui permintaan tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo menegaskan permintaan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi tidak akan bisa dilakukan karena jatah BBM Subsidi sudah dibagi secara nasional.

"Ya nggak bisa (minta tambah kuota BBM Subsidi)," kata Evita melalui Pesan Singkatnya kepada wartawan, Selasa (22/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evita mengharapkan kepala daerah Kalimantan yang meminta tambahan kuota BBM agar tidak bersikap egois dan hanya memikirkan kepentingan sendiri.

"Kita kan tidak bisa egois begitu, jadi memang sekarang ini dia (Kepala Daerah Kalimantan) tidak boleh memikirkan dirinya sendiri, kita harus memikirkan secara nasional dan secara nasional semua orang tahu bahwa kuota yang ada adalah 40 juta Kilo liter," kata Evita.

Sebelumnya sebanyak 4 kepala Daerah Kalimantan mengadu kepada DPR-RI untuk mendapatkan tambahan jatah kuota BBM Subsidi yang tahun 2012 hanya sebesar 7%.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin saat rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2012).

Rudy mewakili empat Gubernur Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan tengah yang datang ke Jakarta dan mengadukan kekurangan jatah BBM subsidi ke Komisi VII DPR-RI.

"Penetapan alokasi kuota BBM bersubsidi seharusnya berdasarkan data data faktual realisasi distribusi BBM dan pertambahan jumlah kendaraan bermotor," ungkap Rudy.

Secara keseluruhan Kalimantan mengajukan penambahan kuota BBM subsidi kepada pemerintah pusat yang besarnya sebagai berikut:



  • Kalimantan Selatan menambah premium sebanyak 583.593 KL dan Solar sebanyak 317.810 KL
  • Kalimantan Tengah menambah premium sebanyak 449.850 KL dan solar sebanyak 275.854 KL
  • Kalimantan Barat menambah premium sebanyak 510.120 KL dan solar sebanyak 361.255 KL
  • Kalimantan Timur menambah premium sebanyak 672.009 dan solar sebanyak 294.230 KL

Jika ditotal secara keseluruhan maka para kepala daerah di Kalimantan meminta tambahan bensin premium sebanyak 2.215.572 KL dan solar sebanyak 1.249.149 KL.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads