"PGN itu BUMN, tapi kok cari untung saja. Mereka itu menari diatas penderitaan seluruh industri," jelas Hidayat kepada detikFinance dalam kunjungannya ke Astana, Kazakhstan, Rabu (23/5/2012).
Dikatakan Hidayat, dalam waktu 3 bulan pertama saja perusahaan plat merah tersebut sudah untung banyak. Apalagi bagi dividen yang cukup besar dalam RUPS kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat berjanji pihaknya akan segera bertemu dengan PGN dan seluruh asosiasi industri agar duduk persoalannya jelas. Ia tak ingin ada yang diberatkan, terutama dari sisi industri.
"Ini harus dibereskan, saya akan memanggil pihak-pihak terkait," tutup Hidayat.
Sebelumnya, PGN sendiri mengatakan penyesuaian harga gas sebesar 55% sebagai sesuatu yang hal yang sulit bagi perseroan.
Meski banyak dikeluhkan para pengusaha, Direktur Utama BUMN Gas, Hendi Prio Santoso ngotot perlu adanya penyesuaian harga gas. Pasalnya disparitas harga yang tinggi antara harga gas di dalam negeri dan luar negeri.
"Kalau dibandingkan dengan kenaikan harga di sektor hulu, di atas 200%. Tahun depan mereka akan naik lagi. Apa yang kami lakukan?" kata Hendi usai RUPS di Jakarta, Selasa (22/5/2012).
"Yaitu penyesuaian 50% dari tarif. Kita berupaya mencari titik tengah yang baik," paparnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga yang perseroan lakukan memang menimbulkan kontrovesi di kalangan pengusaha. Namun kembali lagi, dia menyoroti masalah disparitas.
"Tidak dapat dipungkiri pasti ada yang mengeluh. Ada juga yang mungkin kaget," sambungnya.
(dru/ang)











































