Puncak Produksi Blok Cepu Hanya Berlangsung 5 Tahun

Puncak Produksi Blok Cepu Hanya Berlangsung 5 Tahun

TB Utama - detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 09:51 WIB
Puncak Produksi Blok Cepu Hanya Berlangsung 5 Tahun
Jakarta - Puncak produksi minyak dari Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari (bph) diperkirakan berlangsung lima tahun, dimulai 2014. Sedangkan deposit minyak di perut bumi sumur Banyu Urip, Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro (Jatim) diperkirakan sekitar 450 juta barel.
 
"Produksi puncak hingga 165 ribu Bph itu diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima tahun mulai tahun 2014, setelah itu produksi akan berkurang. Kondisi ini yang harus disadari semua pihak, karena potensi produksi minyak akan terus menurun,” kata Sr Vice President Exploration and External Relations ExxonMobil, Asep Sulaeman, kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (22/5/2012) malam.
 
Asep kala itu didampingi Erwin Maryoto, Vice President Publik and Government Affairs ExxonMobile, menerima jurnalis dari Bojonegoro, Tuban dan Blora menjelang kegiatan dalam kegiatan The 36th IPA Convention and Exhibition (23-25 Mei 2012) di Jakarta Convention Centre.

Ia berharap warga masyarakat di sekitar Blok Cepu menyadari kondisi tersebut. Paling tidak pihak ExxonMobil sebagai kontraktor pemerintah RI telah terbuka dalam melakukan operasi di Blok Cepu.
 
Lebih dari itu, Asep berharap, warga sekitar Blok Cepu bisa mengambil manfaat dari setiap kegiatan produksi blok yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) tersebut. Karena di samping ikut serta secara aktif dalam setiap tahapan kontruksi menjelang produksi puncak, masyarakat diharapkan bisa mengembangkan diri sesuai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukannya.
 
“Kalau melihat deposit yang sebanyak 450 juta barel, produksi minyak di Blok Cepu akan ada titik akhirnya. Namun demikian, kami tetap ingin menjadi tetangga yang baik dan selalu berupaya memberi manfaat kepada masyarakat,” ungkap Asep yang telah 30 tahun bergabung dengan perusahaan minyak berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads