Ketegangan di Iran Sedikit Reda, Harga Minyak Turun Lagi

Ketegangan di Iran Sedikit Reda, Harga Minyak Turun Lagi

- detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 14:44 WIB
Ketegangan di Iran Sedikit Reda, Harga Minyak Turun Lagi
Singapura - Harga minyak kembali turun di perdagangan Asia dengan harapan meredanya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat. Namun utang negara-negara Eropa masih tetap membayangi pergerakan pasar.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Juli turun 60 sen menjadi US$ 91,25 per barel. Sementara harga minyak mentah Brent North Sea juga turun 62 sen menjadi US$ 107,79 di perdagangan pagi ini.

"Harga minyak tergelincir karena berita Iran akan mengizinkan pengawas nuklir PBB masuk ke negaranya," kata Justin Harper, pengamat strategi pasar di IG Markets Singapore, seperti dikutip dari AFP (23/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua International Atomic Energy Agency, Yukiya Amano mengatakan kepala negosiator nuklir Iran dan dirinya akan 'segera' mencapai kesepakatan mengenai pengawasan PBB terhadap aktivitas senjata Iran yang mencurigakan.

Pengumuman Amano dikeluarkan setelah perbincangan di Baghdad Rabu lalu. Melibatkan negara-negara penguasa, perbincangan level tinggi ini membahas konflik yang timbul karena ambisi nuklir sang republik Islam.

Reaksi dari para diplomat negara Barat dan Israel ternyata adem-adem saja. Israel dan sebagian besar negara Barat percaya Teheran sedang mengembangkan senjata nuklir dan sebagai balasannya, Iran dikenai sanksi industri keuangan dan minyak.

Iran menampik keras tuduhan tersebut, bersikeras bahwa program ini untuk tujuan damai, salah satunya pengobatan kanker. Dealer juga terus mengawasi krisis utang zona Eropa dan khawatir Yunani bisa keluar dari Uni Eropa, kata beberapa analis.

"Krisis di Eropa belakangan ini makin serius dan menjadi sumber resiko paling penting kepada ekonomi global," kata pimpinan ekonom OECD, Pier Carlo Padoan dalam laporan terbarunya yang dirilis kemarin.

Uni Eropa sempat bernapas lega di awal tahun ini berkat suntikan dana segar 1 triliun euro ke bank-bank lokal dari Bank Sentral Eropa. Ketegangan sempat meningkat lagi beberapa pekan belakangan setelah kegagalan pemilu Yunani 6 Mei lalu.

Harga minyak juga ditekan oleh laporan American Petroleum Institute yang mengindikasikan melemahnya permintaan dari negara konsumen minyak terbesar di dunia. Laporan inventaris mingguan resmi dari Energy Information Administration akan keluar paling lambat malam ini.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads