Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Presiden Nursultan telah mengizinkan Pertamina untuk menggarap 3 sumur minyak (blok minyak) di negaranya.
"Alhamdulillah, sudah bertemu dengan Presiden dan beliau menitipkan salam hormat untuk Presiden SBY," kata Hatta usai bertemu Presiden Kazakhstan di Astana Economic Forum, Kazakhstan, Rabu (23/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Hatta mengatakan terdapat kilang yang siap memproduksi minyak. Namun ternyata Kementerian ESDM Kazakhstan justru memberikan blok minyak yang sudah siap menghasilkan minyak.
"Jadinya itu blok akhirnya. Namun blok atau oil field sama dengan lapangan minyak yang sudah siap memproduksi minyak juga," tegas Hatta.
Dikatakan Hatta, besaran produksi minyak yang akan diperoleh minimal tetap 100.000 barel per hari. Diharapkan, tahun ini akan dimulai prosesnya.
"Jadi memang minyak itu tidak bisa cepat, tapi kita harapkan tahun ini bisa berjalan juga. Pertamina harus stay di sini," terangnya.
"Kita masuk equity (modal) di sini sama-sama berproduksi dan ikut share disini," kata Hatta.
Selain itu, Indonesia juga mendapatkan izin untuk membangun pabrik ban dan mengekspor obat-obatan dan makanan.
(dru/dnl)











































