Pengusaha Minta Pemerintah Kirim 'Intelejen' ke SPBU

Pengusaha Minta Pemerintah Kirim 'Intelejen' ke SPBU

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 20:10 WIB
Pengusaha Minta Pemerintah Kirim Intelejen ke SPBU
Jakarta - Pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mengharapkan agar pemerintah menurunkan intelejen di SPBU. Caranya dengan memasukan orang yang diluar Pertamina dan BPH Migas untuk menjadi informan sekaligus melakukan pengawasan di setiap SPBU.

"Ini tujuannya agar tidak ada dusta diantara kita, pengusaha SPBU sering dituding melakukan penyelewenangan BBM Subsidi, padahal kami tidak melakukan apa-apa, kami tidak bisa kemana-mana, SPBU yang disitu saja, jadi kalau ada tudingan miring terhadap kami, pemerintah bisa tarih satu-dua orang ditiap SPBU untuk melakukan pengawasan diluar kepentingan Pertamina dan BPH Migas," kata Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomohadi, dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII, Rabu (23/5/2012).

Dikatakan Eri, tidak hanya menaruh orang-orang di luar kepentingan kedua lembaga tersebut, pengusaha SPBU juga menginkan agar pemerintah menugaskan 1-2 orang aparat kepolisian untuk membantu melakukan pengawasan BBM Subsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khususnya seperti di Kalimantan, dimana disana sudah juga diberlakukan pembatasan BBM, kami pengusaha tidak punya kekuatan atau kewenangan apapun untuk melakukan pengawasan BBM Subsidi, apalagi dengan situasi dan kondisi di Kalimantan yang saat ini kurang kondusif bagi pengusaha SPBU disana," ujarnya.

Bahkan diungkapkan Ketua DPD Hiswana Migas Kalimantan, Addy Hearudin mengatakan kondisi yang kurang kondusif dikarenakan antrean panjang ditiap SPBU di Kalimantan misalnya di Kalimantan Selatan.

"Bahkan disana akibat antrean panjang dan masyarakat tidak kebagian BBM operator sering mendapatkan kekerasan, bahkan SPBU diancam akan dibakar," ungkapnya.

Ditambahkan Anddy, tidak hanya itu, di beberapa SPBU di Kalimantan Selatan saat ini saja tiap SPBU sudah dijaga 3-4 aparat kepolisian, hal ini tujuannya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan akibat lelahnya masyarakat yang mengantre BBM di SPBU.

"Di Kalimantan Selatan saat ini di beberapa titik sudah dijaga 3-4 polisi, ini untuk menhindari kejadian yang tidak diinginkan," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads