Humas PT Pertamina Wilayah Kalimantan, Bambang Irianto mengatakan masyarakat dan pengusaha SPBU maupun operator seperti Pertamina ini sering khawatir dengan setiap ucapan Menteri ESDM.
"Komentar Pak Menteri ESDM sering buat kami was-was, deg-deg-an karena dampaknya bisa berdampak kurang baik bagi kami yang langsung berhadapan dengan warga yang sudah cukup lelah untuk mendapatkan BBM khususnya yang bersubsidi," ujar Bambang ketika dihubungi detikFinance, Kamis (24/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang jadi masalah, karena masyarakat disini hanya ingin BBM Subsidi, mereka ngantri BBM untuk yang subsidi bukan yang non subsidi, kendaraan truck-truck yang sering ngankut batubara atau kelapa sawit lebih banyak bukan milik perusahaan tambang tapi milik masyarakat kecil yang kerjaannya Cuma ngangkut barang dan apalagi mereka tidak ada ikatan kontrak dengan perusahaan tambang,” ungkapnya.
Dikatakan Bambang, ungkapan Menteri ESDM Jero Wacik tidak-lah mudah untuk dilaksanakan dan diterima. “Yang diomongin tidak semudah membalikan telapak tangan, sangat sulit situasinya disini, kondisi, situasi masyarakat disini tidak semudah yang hidup di Jawa yang sangat mudah ‘bermandikan’ BBM Subsidi,” ucapnya.
Untuk itu dirinya meminta agar Menteri ESDM Jero Wacik lebih hati-hati dalam mengeluarkan stetment dengan mempertimbangkan psikologi warga yang ada di Kalimantan.
Berikut ini kutipan Menteri ESDM Jero Wacik yang dianggap mengkhawatiran itu:
"Tindakan sementara, sementara jumlah BBM subsidi Cuma segitu, saya belum sempat karena belum ada agenda tambahan kuota jadi saya ambil langkah untuk saya tawarkan kemarin ke beberapa gubernur di Kalimantan mau nggak BBM yang tak bersubsidi, ohh mereka bilang mau, nah kalau mau saya bilang ke Pertamina tambah produksi yang non subsidi untuk Kalimantan, tetapi itupun tetap akan terbatas tidak unlimited. Dan kemarin saya minta ke Pertamina (dia) ada Stok sekitar 300.000 KL itu coba diberikan kesana (Kalimantan) tetapi ini bisa diberikan ke Perusahaan tambang, perkebunan dan gas karena mereka butuh nanti dia buat tangki tetapi karena ini non subsidi harga yang dijual harga industry," Kata Jero Wacik di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (23/5/2012).
(rrd/hen)











































