Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium

Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium

- detikFinance
Kamis, 24 Mei 2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
Jakarta - Konsumsi BBM subsidi Januari-April 2012 secara nasional sudah lewat dari kuota. Konsumsi bensin premium di DKI Jakarta menduduki posisi pertama yang melebihi kuota hingga 35%, disusul Jawa Barat 17,77%, dan Riau serta Kalimantan Barat 16% lebih.

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Andy Noorsaman Someng mengatakan secara nasional realisasi BBM subsidi Januari-April untuk premium melewati kuota 9,07% dan solar 6,34%.

"Untuk Kuota premium DKI Jakata merupakan daerah yang paling besar over kuota dari kuotanya pada 2012 sebesar 1,5 juta kiloliter (KL) sampai April realisasinya sudah mencapai 699.561 KL artinya sudah over sebesar 35%," ungkap Andy berdasarkan data BPH Migas yang disampaikan dalam RDP dengan Komisi VII yang dikutip detikFinance, Kamis (24/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain DKI Jakarta, daerah lain seperti Jawa Barat juga konsumsi BBM subsidinya melebihi kuota 17,77% dari kuota premium 2012 sebesar 3,68 juta KL dan konsumsinya hingga April mencapai 1,4 juta KL.

"Disusul Kalimantan Barat sebesar 16,65% yang kuotanya sebesar 433.847 KL dan realisasinya hingga April mencapai 172.690 KL, Kepulauan Riau melebihi 16,22%, dari kuota 265.474 KL realisasi hingga April 102.846 KL, kemudian yang over lagi ada Banten sebesar 12,26%, Bali 10,92%, dan Kalimantan Selatan 10,59%," rinci Andy.

Sementara untuk konsumsi solar, Sumatera Utara konsumsinya melewati kuota hingga 14,47% yakni dari kuota 2012 sebesar 993.114 KL realisasi hingga April mencapai 378.952 KL, disusul Banten over 14,37% dengan realisasi 231.471 sementara kuotanya pada 2012 sebesar 607.163 KL.

"Daerah lain yang mengalami over kuota ada Riau sebesar 13,51%, Jambi sebesar 11,52%, Kalimantan Tengah 11,46%, Lampung 10,86%, Sumatera Barat 10,19%, dan Sumatera Selatan 10,15%," ungkap Andy.

Dikatakan Andy , jika pemerintah tidak melakukan kebijakan pengendalian apapun, maka proyeksi realisasi BBM subsidi tahun 2012 bisa melonjak hingga 47,06 juta KL, konsumsi premium bisa mencapai 29,25 juta KL, solar mencapai 16,10 juta KL, dan minyak tanah (kerosene) sekitar 1,7 juta KL.

"Namun apabila diikuti dengan kebijakan pengendalian yang lebih intensif artinya pengaturan dan pengawasan Satgas BBM lebih ketat, maka proyeksi realisasi BBM subsidi tahun ini tetap akan jebol yakni hingga 44,165 juta KL," tandas Andy.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads