Keempat gubernur tersebut adalah Gubernur Kalimantan Selatan, Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Barat, dan Gubernur Kalimantan Timur.
Ketua DPD Himpunan Wirausaha Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalimantan Addy Haeruddin mengatakan, jatah kuota BBM subsidi baik solar maupun premium di Kalimantan akan habis pada Agustus 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Addy, pihaknya bersama dengan pemerintah daerah Kalimantan sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga agar kuota BBM subsidi ini tidak habis terlalu cepat dengan melakukan pembatasan BBM subsidi yang pemerintah pusat saja tidak berani melakukannya, namun karena kebutuhan yang besar, sulit untuk menjaga agar kuota Kalimantan tidak jebol.
"Kita di Kalimantan ini berjuang keras agar kuota tidak sampai jebol, bahkan gubernur sampai mengeluarkan aturan pembatasan, sepeda motor maksimal beli Rp 20.000 dan mobil maksimal Rp 100.000. Itu sudah kami lakukan, jangan kami dimarahi kalau kuota jebol,β tegas Addy.
Pihaknya mengharapkan para pemimpin di pusat segera mencarikan jalan keluar terhadap kondisi masyarakat di Kalimantan, salah satunya dengan jalan paling cepat yakni menambah kuota BBM subsidi.
"Harus ada solusi cepat salah satunya tambah kuota BBM subsidi, jangan beri kami jalan keluar dengan disuruh pakai BBM non subsidi, kami pasti tidak mau, ini akan menimbulkan rasa iri hati antara masyarakat di Kalimantan dan di Jawa yang bebas beli berapapun BBM subsidi. Sumber dari Kalimantan, Hutan kami gundul karena tambang, tapi kami susah dapat BBM," tegasnya lagi.
"Yang perlu diketahui pemerintah, di Kalimantan warga kami santun, sopan, baik, tapi kalau kami resah dan lelah karena berjam-jam harus mengantre untuk dapatkan BBM siapapun manusia di dunia ini pasti akan emosi," tandasnya.
Sekedar diketahui berdasarkan data Pertamina, jatah kuota BBM subsidi Kalimantan untuk premium total mencapai 1.600.399 kiloliter (KL) padahal permintaan tahun ini diperkirakan mencapai 2,025 juta KL dan saat ini sudah tersalurkan sebesar 751.232 KL per 20 Mei 2012 atau over kuota sebesar 21,8%
Sementara untuk jatah solar tahun ini sebesar 1.039.752 KL dengan permintaan 1.209.089 KL pada 20 Mei sudah terealisasi sebesar 441.835 KL atau over kuota 10,3%.
(rrd/dnl)











































