Ketua Umum Himpunan Wirausaha Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan solusi untuk atasi masalah jebolnya kuota BBM Subsidi bukanlah dengan cara menambah kuota BBM, tetapi dengan menaikan harga BBM.
"Paling ces pleng (efektif) dengan cara menaikan harga BBM bersubsidi bukan dengan cara menambah kuota BBM subsidi tiap daerah," kata Eri kepada detikFinance, Jumat (25/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa bisa seperti itu, karena disparitas harga yang terlalu besar, selisih harga BBM subsidi dengan BBM non Subsidi per liternya Rp 5.000, kalau seperti ini maka BBM subsidi berapapun digelontorkan tidak akan pernah cukup karena tidak akan tepat sasaran, industri makin tergiur, penimbunan makin marak, penyelundupan akan sering terjadi. Cara yang efektif yakni dengan mendekatkan harga BBM subsidi dengan non Subsidi, yakni naikan harga," jelas Eri.
(rrd/hen)











































