Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU

Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU

- detikFinance
Jumat, 25 Mei 2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
Jakarta - Sebanyak empat kepala daerah di Kalimantan meminta tambahan kuota BBM subsidi. Permintaan ini direspons dengan pro dan kontra oleh beberapa pihak, lalu apa tanggapan pengusaha SPBU?

Ketua Umum Himpunan Wirausaha Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan solusi untuk atasi masalah jebolnya kuota BBM Subsidi bukanlah dengan cara menambah kuota BBM, tetapi dengan menaikan harga BBM.

"Paling ces pleng (efektif) dengan cara menaikan harga BBM bersubsidi bukan dengan cara menambah kuota BBM subsidi tiap daerah," kata Eri kepada detikFinance, Jumat (25/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya menurut Eri, berapapun ditambah jumlah BBM subsidi pasti akan tetap jebol. Penambahan kuota merupakan jalan cepat untuk menyelesaikan permasalahan jebolnya kuota, karena setelah ditambah hanya berselang beberapa bulan para kepala daerah bisa teriak lagi karena kuotanya habis lagi.

"Kenapa bisa seperti itu, karena disparitas harga yang terlalu besar, selisih harga BBM subsidi dengan BBM non Subsidi per liternya Rp 5.000, kalau seperti ini maka BBM subsidi berapapun digelontorkan tidak akan pernah cukup karena tidak akan tepat sasaran, industri makin tergiur, penimbunan makin marak, penyelundupan akan sering terjadi. Cara yang efektif yakni dengan mendekatkan harga BBM subsidi dengan non Subsidi, yakni naikan harga," jelas Eri.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads