BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan

BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 25 Mei 2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
Jakarta - Kalangan pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wirausaha Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) tak tertarik menjual BBM non subsidi di Kalimantan. Mereka beralasan, jenis BBM ini ternyata hanya laku di kawasan pedalaman dan pegunungan yang investasinya mahal.

Walaupun sebelumnya Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memberikan solusi kepada Kepala Daerah di Kalimantan yang kuota BBM Subsidinya menipis untuk sementara ditambah pasokan BBM Non Subsidi.

Ketua DPD Hiswana Migas Kalimantan Addy Haeriddin mengatakan bukannya pengusaha SPBU menolak untuk berinvestasi atau menjual BBM Non Subsidi (Pertamax cs), namun BBM Non Subsidi di Kalimantan hanya laku di Pedalaman dan pegunungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir sama lah dengan di daerah Jawa, di Kalimantan BBM Non Subsidi tidak begitu laku, masyarakat lebih memilih membeli BBM Subsidi walaupun harus ngantre panjang berjam-jam," ujar Addy kepada detikFinance, Jumat (25/5/2012).

Addy bilang BBM Non subsidi hanya laku keras bagi masyarakat Pedalaman dan di Pegunungan di Kalimantan. "Kondisinya masyarakat disana beli BBM harus menempus jarak yang cukup jauh, jadi kalau terpaksa tidak dapat BBM Non Subsidi dan pulang dengan tangan hampa ya terpaksa beli BBM Non Subsidi," ujar Addy.

Sehingga harga BBM di Kalimantan mahal hingga mencapai Rp 20.000-Rp 25.000 per liter, karena masyarakat untuk membeli BBM menempuh jarak yang jauh. Di kawasan-kawasan perkampungan tidak ada SPBU.

"Mana ada pengusaha yang mau buka SPBU di Pegunungan, di Pedalaman di Kalimantan, biayanya cukup tinggi, akses jalan juga sulit, makanya BBM di daerah tersebut lebih mahal," katanya.

Ia mengatakan BBM Non subsidi yang dijual di kawasan kota di Kalimantan tetap tidak laku dijual. Kenyataanya masyarakat lebih memilih beli BBM di pengecer kalau di SPBU BBM Subsidinya habis.

"Di SPBU Rp 4.500 per liter, di pengecer pinggir jalan Rp 6.500 per liter, sedangkan BBM Non Subsidi di SPBU Rp 10.000 per liter, orang banyak milih antre berjam-jam di SPBU atau beli di pengecer," katanya.

Addy menegaskan, bukan pengusaha tidak ingin jual BBM Non subsidi, tetapi dengan investasi yang cukup besar namun tidak sebanding dengan hasil penjualannya.

"Di Kalimantan ada jual BBM Non Subsidi, di Kalimantan Selatan saja ada 15 SPBU yang jual BBM Non Subsidi, tapi ya nggak tahu gimana, kurang laku," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads