Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pihaknya siap berkomunikasi dan mencari jalan keluar terhadap kelangkaan pasokan BBM subsidi di Kalimantan. Sebab kelangkaan ini lah yang menjadi pemicu aksi blokade pengiriman batubara ke pulau Jawa.
"Hari-hari ini sedang diproses semuanya untuk tambahan. Tapi sekali lagi, saya mengimbau kepada para gubernur, jadi jangan wah, diancam tidak boleh keluar kalau BBM nggak dikasih. Sekarang kalau batubara tidak diperbolehkan keluar dari kalimantan, urusannya jadi lebih panjang lagi," tutur Jero di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/20120).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pemerintah dan Komisi VII DPR sedang mempelajari soal tambahan jatah BBM subsidi yang diminta para gubernur di Kalimantan. Tidak bisa dipungkiri, saat ini konsumsi BBM subsidi terus melonjak karena pertumbuhan produksi motor dan mobil. Pemerintah berusaha menjaga kuota BBM subsidi 40 juta kiloliter (KL).
Aksi masyarakat di Kalimantan memblokir batubara terjadi karena pemerintah pusat tidak mau menambah kuota atau jatah BBM subsidi yang makin tipis di Kalimantan. Masyarakat Kalimantan lelah harus antre di SPBU untuk mendapatkan BBM subsidi.
(dnl/hen)











































