Jero Wacik: Gubernur di Kalimantan Setuju Diberi BBM Non Subsidi

Jero Wacik: Gubernur di Kalimantan Setuju Diberi BBM Non Subsidi

- detikFinance
Selasa, 29 Mei 2012 13:03 WIB
Jero Wacik: Gubernur di Kalimantan Setuju Diberi BBM Non Subsidi
Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik yakin polemik kurangnya Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi di wilayah Kalimantan bakal ada jalan keluarnya. Ia mengklaim gubernur di Kalimantan sudah setuju bahwa kekurangan BBM di Kalimantan akan ditambah namun dengan BBM Non Subsidi.

"Tadi pagi saya sudah bicara lewat telepon dengan Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Ariffin dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, bahwa masalah kurangnya BBM di Kalimantan akan ditambah dengan BBM Non Subsidi, kirim saja tambahan BBM ke Kalimantan yang non Subsidi," kata Jero Wacik ketika ditemui di Kantornya, Selasa (29/5/2012).

Dikatakan Jero, ia sudah menjelaskan akar permasalahan sebenarnya, rencananya besok empat gubernur di Kalimantan akan bertemu di Kantornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diteelpon sudah saya jelasin, besok kami juga akan bertemu di kantor saya, biar tidak ada dusta diantara kita, saya tidak ngumpetin BBM Subsidi 40 juta Kilo Liter semuanya sudah habis dibagi," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga akan mengajak serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pertamina dan Himpunan Wirausaha Pengusaha Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

"Kita bertemu, kita bicara, agar kita satu bahasa mengelola BBM Subsidi ini. Seperti saya sampaikan kemarin, Kekurangan BBM itu tidak hanya terjadi di Kalimantan saja, sebenarnya tidak hanya di Kalimantan," jelasnya.

Menurut Jero, kuota BBM Subsidi 40 juta KL tersebut wajar jebol jika melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik yakni 6,2% pada triwulan I-2012.

"6,2% itu luar biasa, ekonomi cukup baik, dan itu memang akan berimplikasi pada orang beli motor dan beli mobil. Itu pertumbuhan ekonomi di daerah, pertambangan itu mereka butuh BBM juga. Nah sementara jumlah BBM subsidi yang disepakati cuma 40 juta KL. Akan kurang memang, tentu kekurangan ini kita harus miliki solusi. Jadi ini yang saya bicarakan dengan Gubernur pagi tadi lewat telepon," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads