"Sepeda motor harus juga diawasi ketat jangan terus mengisi lari lagi mengisi lagi. Ada datanya, di mana dituang itu BBM dari tangki sepeda motor ke tempat pengecer," kata Jero Wacik ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (29/5/2012).
Dari data yang dimilikinya, pengguna sepeda motor ada yang sudah beli BBM subsidi tidak lama mengantre lagi. "Nanti di pengecer dia jual, Rp 10.000 per liter, nah ini harus diawasi khususnya BPH Migas, apalagi BPH Migas punya kekuatan untuk melakukan pengawasan," kata Jero lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita minta kendaraan tambang dan perkebunan konsumsi BBM non subsidi, jadi nanti di SPBU tidak ada lagi truk yang mengantre, yang mengantre beli BBM subsidi hanya mobil dan sepeda motor saja," ucapnya.
Jero juga meminta pihak kepolisian dan TNI Angkatan Laut bisa membantu dalam pengawasan distribusi BBM bersubsiini.
"Kepolisian saya minta, TNI Angkatan Laut saya mohon untuk bantu untuk awasi BBM subsidi. Kalau ada penyelundupan di laut tangkap saja sudah. Apalagi sudah banyak yang ditangkap, aparat ditambah lagi dikerajkan lagi, jangan sampai terlalu banyak penyelundupan keluar dan akal-akalan di daerah," tuturnya.
"Kita saat ini kekurang BBM subsidi, tapi kekurangan ini sekali lagi kita jangan sedih, kok kurang, kurang itu indikator bahwa ekonomi kita membaik," tandasnya.
(rrd/dnl)











































