Dibanding Jawa, Kalimantan Lebih Banyak Konsumsi BBM Non Subsidi

Dibanding Jawa, Kalimantan Lebih Banyak Konsumsi BBM Non Subsidi

- detikFinance
Rabu, 30 Mei 2012 14:24 WIB
Dibanding Jawa, Kalimantan Lebih Banyak Konsumsi BBM Non Subsidi
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Kalimantan yang saat ini berjuang meminta tambahan kuota BBM subsidi ternyata paling banyak mengkonsumsi BBM non subsidi dibandingkan daerah lain termasuk pulau Jawa.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Ibrahim Hasyim di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/5/2012).

β€œDulu proyeksi kita Jawa merupakan daerah yang paling banyak konsumsi BBM Non Subsidinya, namun ternyata salah, Kalimantanlah yang paling tinggi konsumsi BBM non subsidinya,” ujar Ibrahim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Ibrahim mengerti jika Kalimantan meminta tambahan kuota atau jatah BBM subsidi. Karena memang banyak antrean panjang di SPBU pulau tersebut.

"Kalau minta tambahan BBM subsidi khususnya premium mungkin kami mengerti. Karena premium merupakan kebutuhan rill, sementara kalau solar masih ada kecurigaan bocor ke mana-mana. Apalagi yang aneh antrean panjang BBM saat ini yang terjadi hanya di daerah-daerah pertambangan," ujarnya.

Untuk itu saat ini Pertamina berdasarkan instruksi Presiden akan melakukan pemasangan alat elektronik di setiap SPBU sehingga nantinya bisa diharapkan bisa mengetahui berapa sebenarnya konsumsi BBM subsidi.

"Nanti diharapkan bisa mengetahui berapa sebenarnya kebutuhan BBM subsidi di Kalimantan khususnya solar, jadi kalau sudah diawasi yang ketat dengan pasang alat ternyata kuotanya masih jebol juga artinya memang kebutuhannya kurang," katanya.

Namun menurut Ibrahim, jika permintaan daerah meminta tambahan jatah BBM subsidi, maka pemerintah harus melakukan APBN-P 2012 jilid II ke DPR. Sebab jatah BBM subsidi dalam APBN-P 2012 ditetapkan 40 juta kiloliter (KL).

"Kalau mau ada tambahan BBM subsidi dari 40 juta KL pemerintah harus ajukan APBN-P 2012, kalau saat ini yang bisa kita lakukan tambah BBM non subsidi," ucapnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads