"Akhirnya kita dapat 2 solusi, way out pertama BBM subsidi yang dibagi kemarin ada 37,5 juta KL (kiloliter) dan ada sisa 2,5 juta KL yang masih dibintangi. 2,5 juta KL sudah kita gelontorkan nantinya sisa BBM subsidi tersebut sebagian untuk Kalimantan," kata Jero Wacik, di kantornya, Rabu (30/5/2012).
Jero menambahkan untuk tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL sementara ini belum diajukan pemerintah ke DPR, karena memerlukan waktu ada mekanismenya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Jero, kesepakatan kedua yaitu pemerintah akan menambah BBM non subsidi dalam jumlah yang tidak terbatas sesuai permintaan.
"Kami akan tambah BBM non subsidi ke Kalimantan, apalagi dengan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan yang cukup baik dan daya belinya bagus, bahkan saya dengar ada masyarakat di perbataan beli BBM dari malaysia Rp 20.000 per liter, jangan sampai ini menurun, berapa pun yang diminta akan saya kasih untuk BBM non subsidi," ucapnya.
Diharapkan dengan dua kesepakatan ini antrean panjang yang terjadi di SPBU di Kalimantan dalam dua bulan terakhir bisa teratasi. Hal ini juga yang memicu aksi pemblokiran alur Sungai Barito dan Mahakam terhadap kapal-kapal pengangkut batubara.
"Semoga dengan kedua kesepakatan ini antrean panjang di SPBU di Kalimantan segera diatasi," tandasnya.
(rrd/hen)











































