Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di kantornya, Jakarta, Rabu (30/5/2012).
"Dari penghematan energi yang dilakukan mulai 1 Juni 2012 dengan melarang kendaraan pemerintah konsumsi BBM subsidi dan listrik, tambang dan perkebunan serta konversi BBM hanya dapat menghemat total sekitar 568.000 KL," kata Jero.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara aturan yang mewajibkan kendaraan tambang dan perkebunan yang dimulai pada 1 September BBM subsidi yang dapat dihemat sebesar 425.000 KL, sedangkan untuk penghematan BBM dari program percepatan konversi BBM ke BBG tidak terlalu banyak hanya sekitar 8.000 KL," ungkap Jero.
Sementara penghematan yang bisa didapat dari penghematan listrik dan air di gedung dan kantor pemerintahan dapat menghemat sekitar 20% dari biaya listrik tiap bulannya.
"Kalau listrik yang bisa dihemat dari penghematan listrik di gedung pemerintahan sebesar 20% dari biaya listrik tiap bulannya," ucap Jero.
Terkait program penghematan listrik dan air di kantor pemerintahan diakuinya memang program lama dan pernah dilaksanakan.
"Namun program tersebut berhasil dan efektifitasnya ada, makanya sekarang kita lakukan lagi dan saya yakin pasti berhasil," katanya.
(rrd/dnl)











































