Hemat Energi, SBY 'Redupkan' Istana Negara

Hemat Energi, SBY 'Redupkan' Istana Negara

- detikFinance
Rabu, 30 Mei 2012 21:57 WIB
Hemat Energi, SBY Redupkan Istana Negara
Foto: Setpres
Jakarta - Presiden SBY ternyata tak hanya asal bicara, instruksinya agar seluruh kantor pemerintahan hemat energi listrik dan air dijalankannya. Hari ini separuh lampu Istana Negara dimatikan.

"Berbeda dengan hari sebelumnya, sudah banyak lampu yang kita padamkan. Kalau berkeliling melihat kompleks ini, sudah hampir separuh mungkin yang biasa kita hidupkan, tidak kita hidupkan," kata SBY dalam sambutannya pada acara penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2011 di Istana Negara yang dikutip dari situs presidenri, Rabu (30/5/2012).

Pada kesempatan tersebut, SBY mengilustrasikan kisah bangsa Jepang yang melakukan penghematan energi besar-besaran usai Perang Dunia II.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negara dan bangsa Jepang waktu itu bertekad untuk kembali membangun negaranya dari puing-puing peperangan, membangun kembali perekonomiannya. Salah satu yang dilakukan dalam misi maha besar itu adalah melaksanakan penghematan atas banyak hal yang mesti dihemat, termasuk penghematan di bidang energi, penghematan penggunaan listrik," ujar SBY.

Konon, pada saat itu Tokyo gelap di malam hari. Hanya dua gedung yang listriknya tetap menyala, yaitu gedung para pejabat Jepang yang bekerja 24 jam untuk memikirkan pemulihan ekonomi negaranya dan membangun Jepang pasca Perang Dunia II.

Ilustrasi kedua yang dicontohkan SBY masih mengenai bangsa Jepang, namun kali ini adalah pasca musibah tsunami yang melanda Negeri Sakura tahun lalu. "Ketika itu ada gangguan sumber listrik, yaitu pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang yang mengalami kerusakan, berkurangnya suplai listrik, maka juga dilakukan penghematan pada saat seperti itu," tutur SBY.

Ketika berkunjung ke Jepang dan bertemu dengan PM Naoto Kan serta Kaisar Akihito, Presiden SBY melihat banyak lampu yang dimatikan di dalam kompleks pemerintahan. Jepang yang merupakan ekonomi terbesar ke-3 dunia, pada saat negaranya mengalami kesulitan, juga bersedia untuk melaksanakan penghematan.

"Pidato saya tadi malam, yang saya sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, saya sungguh berharap mari kita bergandengan tangan untuk melaksanakan penghematan energi karena ada tekanan APBN kita," ujar SBY.

"Kita memilih tidak menaikkan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) sekarang ini, tetapi agar selamat segala sesuatunya, agar aman APBN kita, maka opsi satu-satunya adalah mari kita lakukan penghematan energi secara signifikan," kata SBY.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads