Para petugas SPBU mengeluh soal rencana pemerintah yang dinilai 'ribet' membatasi konsumsi BBM subsidi untuk mobil dinas pemerintah, BUMN, BUMD, dan kendaraan TNI/Polri.
Anto salah seorang pengawas di sebuah SPBU kawasan Jakarta Timur mengatakan, pemerintah membuat peraturan yang rumit dan memusingkan terkait pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut.
"Pemerintah tolong jangan rumit-rumit. Kalau naik ya naikkan harga (BBM) saja. Jangan dibuat rumit," keluh Anto kepada detikFinance, Kamis (31/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan buat SPBU tempat pesakitan atau tempat bertemunya petugas SPBU dengan pengendara mobil dinas dan mereka berantem di sini," tutur Anto.
Meskipun, begitu SPBU yang diawasi Anto siap untuk melaksanakan instruksi Presiden SBY. Tiap hari, mobil pelat merah mengkonsumsi sekitar 1.000-2.000 liter bensin premium dari SPBU tersebut.
Seperti diketahui, mulai 1 Juni 2012 (besok), seluruh mobil dinas pemerintahan, BUMN, BUMD, dan juga kendaraan dinas TNI/Polri dilarang menggunakan bensin subsidi. Akan ada stiker khusus yang ditempelkan di kendaraan tersebut.
(dnl/hen)











































