Harga Minyak Turun di Bawah US$ 100

Harga Minyak Turun di Bawah US$ 100

- detikFinance
Jumat, 01 Jun 2012 18:30 WIB
Harga Minyak Turun di Bawah US$ 100
Jakarta - Pertama kalinya sejak Oktober 2011, harga minyak dunia akhirnya turun di bawah US$ 100 per barel. Ini akibat melemahnya dana manufaktur di China dan juga ketakutan krisis utang di Eropa yang menyebabkan permintaan minyak dunia menurun.

Data indeks daya beli menunjukkan penurunan di Mei ke 50,4 atau yang terendah sepanjang tahun ini. Data manufaktur di Jerman juga menunjukkan kontraksi, dan nilai tukar euro jatuh ke level terendahnya dalam 23 bulan terakhir terhadap dolar AS, sebagai akibat kekhawatiran melemahnya sektor perbankan Spanyol.

"Kami memang sangat khawatir dengan kondisi Yunani, Spanyol, dan euro, serta data ekonomi AS dan China yang tidak positif," kata seorang broker minyak Tony Mahacek dikutip dari Reuters, Jumat (1/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak tipe Brent pada perdagangan hari ini menyentuh level US$ 99,6 per barel dari US$ 100,07 per barel. Ini merupakan yang terendah sejak Oktober 2011. Harga minyak Brent turun 14,7% sepanjang Mei, atau penurunan bulanan terbesar sejak 2008.

Sementara harga minyak AS turun US$ 1,45 menjadi US$ 85,08 per barel atau turun 17% sepanjang Mei, yang juga penurunan terbesar dalam satu bulan sejak 2008.
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads