Kelangkaan pasokan elpiji subsidi 3 kg menyebabkan harganya naik di pasaran. Jika ketahuan ada agen yang mengoplos elpiji 3 kg (subsidi) ke 12 kg (non subsidi), maka akan langsung dicopot.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya saat sidak di beberapa agen elpiji di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2012).
"Kalau agen yang ngoplos kita pecat. Pasti itu, kalau perlu kita laporkan polisi. Tetapi kalau pengoplos yang di luar Pertamina kita minta polisi, polisi sudah sangat aktif saat ini," jelas Hanung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindak pengoplosan ini yang membuat pasokan elpiji 3 kg malah langka di pasaran dan harganya naik.
"Belakangan dengan adanya penertiban jalur distribusi diketahui adanya indikasi elpiji 3 kg itu disalahgunakan seperti dioplos ke 12 kg. Kita tidak ingin seperti bahan bakar subsidi ini disalahgunakan sehingga nanti realisasinya over, negara harus menyediakan dana subsidi lebih besar dan ini tanggung jawab Pertamina untuk memastikan elpiji bersubsidi tidak melampaui kuota yang ada," papar Hanung.
Wilayah yang mengalai kelangkaan elpiji 3 kg saat ini adalah Jabodetabek dan Jawa Barat. Bahkan Pertamina sampai menambahkan pasokan sebanyak 20% dari pasokan normalnya.
"Pasokannya di Jabodetabek dan Bandung yang langka kita tambah 20% dari rata-rata normal. Pengecekan elpiji 3 kg tidak masalah. Yang masih dikeluhkan harganya belum turun. Dan ini mekanisme pasar," kata Hanung. (dnl/hen)











































