"Saya sudah keiling mencari elpiji tabung 3 kg, tidak ada lagi yang jual. Ini tambah gila. Sudah susah cari BBM, kini elpiji pula. Percuma saja Sumsel penghasil migas yang cukup besar. Ini namanya ayam mati di lumbung padi," kata Marlin, warga Lubuklinggau, yang sehari-hari berjualan gorengan, Lubuklinggau, Senin (04/06/2012).
"Saya tidak mengerti, apa sih maunya pemerintah," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut seorang pengecer elpiji tabung yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Megang Lubuklinggau Utara II, mengakui jika saat ini stok elpiji tabung ukuran 3 kg memang sedang putus.
"Sudah lebih dari sepekan gas elpiji 3 kg tidak masuk. Biasanya tiap hari kita dapat pasokan sedikitnya 125 tabung. Tapi sudah seminggu ini kosong. Sudah banyak konsumen yang datang, tapi tak bisa kita layani, karena stoknya tidak ada. Kalau tabung 12 kg ada, harganya Rp 90 ribu," ujarnya.
(zul/dnl)











































