Kasihan, Penghasil Migas Tapi Elpiji 3 Kg di Sumsel Langka

Kasihan, Penghasil Migas Tapi Elpiji 3 Kg di Sumsel Langka

- detikFinance
Senin, 04 Jun 2012 14:44 WIB
Kasihan, Penghasil Migas Tapi Elpiji 3 Kg di Sumsel Langka
Foto: Dok. detikFinance
Lubuklinggau - Selama beberapa hari terakhir, warga di kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Sebab stok elpiji bersubsidi itu di tingkat pengecer rata-rata kosong. Warga pun kesal dengan kondisi ini, sebab Sumatera Selatan merupakan wilayah yang banyak menyumbangkan migas buat kebutuhan nasional.

"Saya sudah keiling mencari elpiji tabung 3 kg, tidak ada lagi yang jual. Ini tambah gila. Sudah susah cari BBM, kini elpiji pula. Percuma saja Sumsel penghasil migas yang cukup besar. Ini namanya ayam mati di lumbung padi," kata Marlin, warga Lubuklinggau, yang sehari-hari berjualan gorengan, Lubuklinggau, Senin (04/06/2012).

"Saya tidak mengerti, apa sih maunya pemerintah," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran sulitnya mendapatkan elpiji tabung 3 kg, masyarakat terpaksa menggunakan kayu atau tabung 12 kg buat digunakan buat memasak, sehingga biaya pengeluaran menjadi lebih besar.

Menurut seorang pengecer elpiji tabung yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Megang Lubuklinggau Utara II, mengakui jika saat ini stok elpiji tabung ukuran 3 kg memang sedang putus.

"Sudah lebih dari sepekan gas elpiji 3 kg tidak masuk. Biasanya tiap hari kita dapat pasokan sedikitnya 125 tabung. Tapi sudah seminggu ini kosong. Sudah banyak konsumen yang datang, tapi tak bisa kita layani, karena stoknya tidak ada. Kalau tabung 12 kg ada, harganya Rp 90 ribu," ujarnya.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads