Mahasiswa Bogor 'Sulap' Sampah Organik jadi Sumber Energi Gas

Mahasiswa Bogor 'Sulap' Sampah Organik jadi Sumber Energi Gas

R Maeilana - detikFinance
Selasa, 05 Jun 2012 10:01 WIB
Mahasiswa Bogor Sulap Sampah Organik jadi Sumber Energi Gas
Bogor - Kelangkaan pasokan gas 3 kilogram yang baru-baru ini terjadi memang membuat sebagian warga resah. Ada salah satu solusi untuk menghadapi kelangkaan dan naiknya harga gas 3 kilogram tersebut, dengan cara memanfaatkan sampah untuk sumber energi gas.

Adalah mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Pakuan Bogor, yang menyulap sampah organik dan anorganik menjadi bio gas serta membuat pupuk padat dan cair.

Mahasiswa tersebut memanfaatkan sampah organik dan anorganik menjadi sumber energi bio gas yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita melakukan penelitian dan pelaksanaan program ini sudah 2 tahun," kata Dadang Junaedi, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Pakuan Bogor kepada detikFinance, Selasa (5/6/2012).

Caranya terbilang mudah dan tidak menelan biaya yang cukup mahal, karena semuanya disediakan oleh lingkungan sekitar. Dengan menggunakan lahan sebesar empat kali enam meter, dan tiga kolam kecil sebagai wadah sampah organic, proses konversi sudah bisa dilakukan.

Pertama, sampah organik dimasukkan ke dalam bak kecil yang dicampur dengan air, kemudian bak ini akan menyalurkan sampah dan air ke dalam Begester atau bak kedap udara, di sini sampah tersebut akan berfermentasi dan menghasilkan bio gas.

Sedangkan cairan dari hasil fermentasi akan disalurkan ke bak ke tiga menjadi pupuk cair, endapan dari pupuk cair di bak ke tiga akan disalurkan ke bak ke empat dan bisa digunakan sebagai pupuk padat.

"Kalau untuk di rumah, warga tidak perlu menggunakan Begester, dengan drum air yang besar saja juga bisa," terang Dadang.

Program konversi ini telah berjalan selama dua tahun, dan hingga kini hasil tersebut sudah bisa dirasakan langsung oleh masayarakat sekitar. Contohnya bio gas kini digunakan oleh kantin kampus untuk keperluan memasak.

Sedangkan pupuk padat dan cair, kini dijual kepada para pedagang kembang yang banyak tersebar di Kota Bogor.

โ€œDengan adanya inovasi ini tentunya bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk menghadapi kelangkaan gas yang sekarang ini terjadi,โ€ ujar Dadang Junaedi.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads