Demikian disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (7/6/2012).
"Pembangunan Masela meningkatkan kapasitasnya dengan floating LNG itu yang tadinya 2,5 juta ton per tahun ini paralel akan dibangun fase 1 dan 2 nya ditingkatkan. Dengan demikian maka tahun 2017-2018 kira-kira begitulah kita harus memproduksi LNG yang besar dan bisa memiliki peluang untuk mengisi pasar domestik kita," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pada kesempatan pertemuan dengan pihak Shell di kantornya, Hatta menyatakan perusahaan ini akan terus mengembangkan infrastruktur, seperti pembangunan SPBU khusus motor.
"Dalam membangun infrastruktur, Shell juga mau mengisi pasar domestik kita. Membangun logistik, dia juga ingin membangun SPBU khusus motor. Ya bagus juga Shell bangun, baru satu katanya," tandasnya.
Shell selama ini memiliki saham 30% di Blok Masela. Sementara itu PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguasai 10%. Pemegang saham mayoritas masih dikuasai oleh perusahaan migas Jepang, Inpex yang menguasai 60% saham Blok Masela.
(nia/hen)










































