Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur Pertamina Karen Agustiawan saat memberikan Kuliah Umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia, Jumat (8/6/2012).
"Kami (Pertamina) terus melakukan berbagai ekspansi di luar negeri seperti penguasaan aset upstream seperti kilang, salah satunya yang kami incar adalah minyak di Venezuela," kata Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun rencana tersebut masih sedikit terhambat lantaran Pertamina melihat situasi politk yang belum kondusif di negeri kaya cadangan minyak tersebut.
"Kita masih terkendala situasi politik di Venezuela terutama posisi Chavez (Hugo Chavez Presiden Venezuela) pada Oktober ini bagaimana," katanya.
Menurut Karen, saat ini melancarkan rencana tersebut, Pertamina meminta bantuan Dubes Indonesia di Venezuela. "Kita akan meminta bantuan dubes Indonesia di Venezuela, pasalnya Venezuela memiliki sumber daya alamnya sangat banyak," ujarnya.
Diungkapkan Karen, saat ini Pertamina memiliki aset internasionalnya di 8 wilayah kerja, seperti Blok 3 di WD Iraq, Blok 17-3 di Sabratah Offshore Libya, Blok 123-3 di Sirte Onshore Libya, Blok 13di Rea Sea Offshore Sudan, dan Bloc 3 Offshore Qatar.
"Sementara aset internasional di Vietnam, Malaysia, dan Australia sudah under development dan under production," cetusnya.
(rrd/dnl)











































