Sebuah perusahaan distributor gas elpiji 3 Kg di daerah Mampang yaitu PT Natabungsu Abadi menilai pihaknya semenjak Bulan Maret telah memperoleh pengurangan pasokan gas elpiji 3 Kg sedikitnya 10% setiap bulannya.
Pengelola PT Natabungsu Abadi, Hendra mengatakan biasa ia memperoleh pasokan 36 truk per bulan, dengan kapasiatas 360 tabung per truknya. Saat ini
hanya dijatah 24 truk per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu menurut Hendra pihaknya belum memperoleh penjelasan resmi dari Pihak PT Pertamina mengapa terjadi pengurangan pasokan gas selama
beberapa bulan.
"Ya nggak tahu juga sih, ada yang bilang karena ada yang mindahin isi dari tabung 3 kg ke 12 kg. Kalau memang ada yang begitu seharusnya ditindak tegas dong," tambahnya.
Hendra mengaku kecewa jika alasan yang menjadi penyebab pengurangan jatah pasokan gas 3 Kg karena ada distributor nakal yang melakukan tindakan penyuntikan gas berubsisi dari tabung ukuran 3 kg untuk disuntik ke tabung gas ukuran 12 Kg yang tidak bersubsidi.
"Kalau ada yang nyuntik digrebek biarpun bekingnya polisi. Kalau begini kan segelintir lah yang nggak bener, yang bener kan jadi kena imbasnya," tambahnya
Terkait penjelasan pihak Pertamina yang mengatakan pasokan gas 3 kg untuk wilayah Jakarta aman. Hendra dengan tegas membatah, menurutnya di lapangan terjadi kelangkaan gas karena pengurangan pasokan gas dari Pertamina.
"Posisi hari Sabtu (2/6/2012), saya cuma dikirim satu mobil. Gimana posisi hari Senin (4/6) tidak ada kekosongan dimana-mana," tambahnya
Hendra menjelaskan rekan-rekan sesama distributor gas 3 Kg yang berada di Wilayah Pondok Gede yang paling parah terkena dampak pengurangan pasokan. Menurutnya, temannya itu sampai-sampai meminta dipasok gas 3 kg olehnya.
"Ada di daerah Pondok Gede. Sampai 2 minggu nggak dikirim, sampe minta ke saya untuk ngirim tapi saya bilang saya pun juga dijatah," sebutnya.
(feb/hen)











































