Pengamat perminyakan, Kurtubi menilai berkurangnya pasokan LPG 3 kg dari Pertamina merupakan dampak dari selisih harga yang terlalu tinggi antara LPG bersubsidi dan non subsisidi sehingga berdampak terhadap membengkaknya kuota LPG 3 kg.
"Pertamina yang dikatakan mengurangi pasokan itu karena sebagian dioplos ke 12 kg. Ini memang dampak dari perbedaan harga yang tinggi. Ini memang perlu pengawasan di lapangan," ungkapnya kepada detikFinance, Sabtu (9/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Poinnya di Pemerintah untuk menentukan. Pertamina hanya pelaksana, dia enggak mau rugi kalau melampaui kuota karena gak diganti," sambungnya.
Terkait kelangkaan LPG 3 kg, Kurtubi berharap pemerintah dapat segera menambah kuota. "Saya himbau agar kuotanya 3 kg ditingkatkan agar Pertamina tidak rugi menjual di atas kuota," tambahnya.
(feb/ang)











































