Pengamat perminyakan, Kurtubi menilai selisih harga yang tinggi antara LPG subsidi dan non subsidi sebagai penyebabnya. Pihak pengoplos bisa mendapatkan untung banyak dengan melakukan cara ini
"Ini memang dampak dari perbedaan harga yang tinggi. Ini memang perlu dikontrol di lapangan. Jangan sampai dioplos," katanya kepada detikFinance, Sabtu (9/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurtubi menilai akibat aktivitas pengoplosan tersebut, tabung elpji 12 kg dapat meledak dan membahayakan keselamatan banyak orang.
"Justru membahayakan diri sendiri karena bisa meledak," tambahnya.
Guna meminimalisir aktivitas pengoplosan tersebut, Kurtubi minilai perlu dilakukan pengawasan yang ketat. Selain itu, dia meminta agar masyarakat berpartisipasi aktif mengawasi dan meloporkan aktivitas pengoplosan tersebut, karena menurutnya masyarakat sendiri yang dirugikan.
"Masyarakat kalau tahu ada agen atau penjual yang mengoplos, dihimbau supaya melaporkan ke polisi," sambungnya.
(feb/ang)











































