Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha menyatakan bukan rakyat Kalimantan yang senang akan penambahan kuota atau jatah BBM subsidi, namun para penimbun BBM.
"Saya tidak ikhlas kalau kita kabulkan tambahan volume kuota BBM subsidi yang kemarin disuarakan pemerintah daerah Kalimantan tidak mempertimbangkan adanya para pemimbun BBM yang melarikan BBM subsidi ke industri," kata Satya dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM Jero Wacik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satya meyakini, yang menggerakkan massa untuk memblokir jalur sungai di Kalimantan sehingga kapal batubara tidak bisa melintas dan mengirim batubara ke Jawa adalah para penimbun tersebut.
"Justru yang menggerakkan massa itu para penimbun tersebut, jadi kalau kita tambahkan volume BBM subsidi di Kalimantan, yang tertawa para penimbun tersebut," jelasnya.
Namun, jika pemerintah dan DPR nantinya sepakat untuk menambah volume BBM subsidi, jumlah yang ditambah harus mempertimbangkan para penimbun-penimbun tersebut.
"Jangan kita tambah tanpa mempertimbangkan bahwa di luar ada para penimbun tersebut, masalahnya berapapun yang kita tambah akan habis juga, Karena BBM-nya lari ke industri, pertambangan, dan perkebunan," tandasnya.
(rrd/dnl)











































