Kepala BPH Migas, Andy Noorsaman Someng mengatakan dengan rata-rata konsumsi BBM subsidi 3 juta KL per bulan maka diperkirakan BBM subsidi akan habis November 2012.
"Konsumsinya rata-rata sekitar 3 juta KL, dengan konsumsi sebesar itu kami memperkirakan BBM subsidi akan habis pada November," ujar Andy di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau minta tambahan tentunya ribet, karena harus melewati mekanisme perubahan APBN-P, yang ini kemarin saja ribetnya setengah mati," kata Andy.
Menurut Andy, apabila jatah BBM subsidi habis, pihaknya tidak akan bisa menambah lagi karena kemampuan keuangan negara.
"Habis ya habis, tidak bisa tambah lagi, karena itu sudah ketentuan UU dan kedua karena kemampuan keuangan negara, tidak bisa seenaknya ditambah," tambahnya.
Namun pemerintah tentunya tidak akan tinggal diam saja, ada langkah-langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah pusat.
"Penghematan BBM di mana Presiden sudah mengumumkannya dalam pidatonya, di mana perkiraan kita program tersebut bisa menghemat 1 juta KL-1,5 juta KL," ungkapnya.
Andy bilang, penghematan tersebutlah yang digunakan untuk membeli kembali BBM subsidi. "Dengan penghematan tersebut kita bisa beli lagi BBM subsidi dan bisa kita tambah sedikit ke daerah-daerah yang kekurangan BBM," tandasnya.
(rrd/dnl)











































