Misalnya di kawasan perbatasan Austria dan Slovakia, terlihat ratusan kincir angin berputar tak henti-hentinya menghasilkan listrik. Pemandangan yang sama pun juga terlihat di kawasan Slovakia.
Sayangnya pengembangan listrik bersumber dari angin belum banyak dikembangkan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau PLN akan memilih tingkat keberhasilannya yang tinggi. Kita welcome, kalau ada IPP tenaga angin kita welcome, dari Austria, Slovakia, dari mana saja," kata Nur di Bratislava, Senin (11/6/2012)
Ia mengatakan alasan perseroan belum melirik listrik tenaga angin di dalam negeri, karena karakteristik angin di Eropa dan di Indonesia berbeda. Hal ini tentunya akan menentukan keberhasilan suatu pembangkit.
"Angin di Eropa dan di Indonesia karakteristiknya beda, tapi prinsipnya kita segala macam bentuk energi welcome," kata Nur.
Ia menambahkan, kunjunganya ke Slovakia saat ini bagian dari mencari sumber-sumber investasi dan kerjasama pembangkit listrik dengan negara di Eropa termasuk Slovakia. Ia mencontohkan ada proyek pembangkit listrik di Sumedang, sangat memungkinkan mendapat investor dari Slovakia.
"Waktu di Jakarta, kita sudah bertemu dengan pihak Slovakia, kita jelaskan peluang mereka dipekerjaan EPC PLTU yang ada di PLN. Selain itu investasi IPP di Indonesia kita buka," katanya.
(hen/dnl)











































