Namun menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, pada prinsipnya kalau harga gas tidak cocok bakal hilang, dan gasnya akan berada di Singapura.
“Pada prinsipnya kalau harga gas tidak cocok maka bakal hilang pasokan gasnya dan akan muncul di Singapura,” kata Hidayat di Kantornya, Rabu (13/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Memang ada sebagian asosiasi menerima kenaikan harga gas 55%, namun sebagian ada juga yang menolak, khususnya industri yang sangat lapas gas seperti industri keramik, namun mereka meminta kenaikannya bertahap dan pasokannya tidak putus ditengah jalan,” ujarnya.
Namun menyikapi protes para pengusaha atas kenaikan harga gas tersebut, dirinya sebagai mantan pengusaha sekaligus Mantan Ketua Kamar dagang dan Industri (KADIN) akan menjembatani permasalahan tersebut dengan mempertemukan kedua belah pihak dari asosiasi dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
“Besok pagi pukul 10.00 saya akan bertemu dengan Dirut PT PGN, ini untuk menyembatani antara PGN dengan 30 Asosiasi pengguna gas. Pada prinsipnya harus ada kesepakatan,” tandasnya.
Seperti diketahui sebanyak 31 perusahaan tergabung dalam Forum Lintas Asosiasi Industri menolak keras kenaikan harga gas 55% yang ditetapkan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN). Mereka mengharapkan kenaikan gas ini secara bertahap dan menjamin kejelasan pasokan gas industri.
(/)











































