Pengeboran minyak dan gas di Indonesia seringkali terganggu oleh faktor-faktor non teknis seperti pencurian minyak. Apabila produksi sampai terhenti sehari, pendapatan negara 'melayang' ratusan ribu dolar AS.
Deputi Umum Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) J. Widjanarko mengatakan, pencurian minyak biasanya dilakukan dengan melubangi pipa penyalur minyak mentah. Ini bisa menyebabkan produksi minyak terhenti dan potensi kerugiannya besar.
"Gangguan non teknis yang selama ini terjadi tentunya telah mengakibatkan terhambatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di beberapa wilayah, yang pada akhirnya akan memberikan kerugian materiil terhadap investor dan negara. Bayangkan apabila produksi minyak dan gas harus diberhentikan yang dapat mengakibatkan negara kehilangan pendapatan mencapai ratusan ribu dolar dalam sehari," tutur Widjanarko dikutip dari situs BP Migas, Kamis (14/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Widjanarko, jika kondisi ini terus menerus terjadi akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kestabilan perekonomian negara. Tahun ini negara menargetkan pendapatan dari sektor migas Rp 240 triliun. (dnl/ang)











































