Peringatan pertama dari G20 untuk Indonesia adalah soal kebijakan pemberian subsidi di sejumlah pos yang dinilai terlalu besar. Indonesia oleh G20 telah diingatkan mengurangi subsidi, karena nilainya yang besar akan memberatkan perekonomian nasional secara keseluruhan.
"Saya bertanggung jawab atas kebijakan subsidi. Kalau subsidi untuk rakyat miskin dihapus, itu tidak adil," kata Presiden SBY di sela KTT G20 di Los Cabos, Mexico, Minggu (17/6/2012) malam waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak menganut Washington Consensus dan neolib. Kita punya garis ekonomi sendiri yang pro rakyat sekaligus menjaga keterbukaan," tambah SBY.
Peringatan yang ke dua dari G20 adalah mengenai iklim investasi. Berlikunya prosedur izin usaha, membuat Indonesia sulit bersaing menarik investor dengan negara-negara lain.
Peringatan kali yang ketiga adalah kurangnya infrastruktur. Perlu ada lebih banyak pembangunan sarana publik bagi pendorong tumbuhnya ekonomi nasional.
"Untuk mempercepat realisasi infrastruktur, kita dorong swasta masuk ke sejumlah proyek yang memiliki nilai ekonomis," imbuh SBY.
(lh/dnl)











































