Hal ini disampaikan Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (18/6/2012).
"G20 betul, karena pola subsidi yang diberikan pemerintah salah, karena pola subsidinya pada harga, dimana pola ini membuat subsidi lebih banyak dinikmati orang mampu," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini menimbulkan rasa ketidakadilan dari sisi penerimanya khususnya rakyat miskin," ujarnya.
Apalagi, lanjut Satya, postur subsidi saat ini sudah mencapai 25% dari total APBN Indonesia.
"Subsidinya 25% dari total postur APBNkita, sementara postur untuk infrastruktur hanya 10%, ini sangat tidak sehat untuk perekonomian nasional," ungkapnya.
Satya menambahkan pemerintah saat ini harus konsisten untuk menurunkan subsidi ini secara bertahap sebagaimana yang ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Namun kenyataannya saat ini terkendala dengan adanya rasionalitas politik, karena kondisi masyarakat kita. Untuk itu, kita mendesak pemerintah untuk segera merubah pola subsidi ini," tandasnya.
Sebelumnya, G20 memberikan 3 peringatan kepada pemerintah RI yang tengah menghadiri forum tersebut di Los Cabos, Mexico. Salah satu peringatan itu adalah soal kebijakan pemberian subsidi di sejumlah pos yang dinilai terlalu besar. Indonesia oleh G20 telah diingatkan mengurangi subsidi, karena nilainya yang besar akan memberatkan perekonomian nasional secara keseluruhan.
(rrd/nia)











































