BBG Baru Laku Kalau Harga BBM Lebih Mahal 60%

BBG Baru Laku Kalau Harga BBM Lebih Mahal 60%

- detikFinance
Selasa, 19 Jun 2012 17:56 WIB
BBG Baru Laku Kalau Harga BBM Lebih Mahal 60%
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat meyakini konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) baru bisa berjalan apabila harga BBM lebih mahal 50%-60% dari BBG.

"Kalau BBM-nya masih harga seperti saat ini gas tidak akan ada yang melirik," kata Hidayat di kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kuningan, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Menurut Hidayat, jika ada selisih harga antara BBM dan BBG sebesar itu, maka tanpa diminta orang pun akan dengan sendirinya memasang atau beralih ke gas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini seperti terlihat di Eropa dan Amerika, tanpa diperintahkan, masyarakatnya sendiri yang berinisiatif beralih ke gas," ujarnya.

Memang kebijakan Low Emission Carbon saat ini terus menjadi fokus pemerintah, salah satunya mempercepat proses konversi BBM ke BBG.

"Tapi saat ini pemerintah masih fokus membagikan converter kit bagi kendaraan umum, tetapi kalau untuk pribadi jika harganya sudah selisihnya 50%-60% lebih tinggi maka tanpa diminta mereka akan beralih sendiri," cetus Hidayat.

Harga BBG jenis CNG saat ini sekitar Rp 3.100 per liter setara premium (lsp). Sementara bensin subsidi saat ini harganya Rp 4.500 per liter.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads