Ini Alasan Gas RI Lebih Banyak Diekspor

Ini Alasan Gas RI Lebih Banyak Diekspor

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 21 Jun 2012 12:32 WIB
Ini Alasan Gas RI Lebih Banyak Diekspor
Jakarta -

Banyak kalangan mengkritik produksi gas Indonesia lebih banyak diekspor, sementara Industri dalam negeri masih kekurangan gas. Kenyataannya di dalam negeri belum siap untuk menyerap gas karena persoalan infrastruktur.

Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Edy Hermantoro dalam Diskusi Renegosiasi Kontrak Gas dan Permasalahannya, di Warung Daun, Cikini, Kamis (21/6/2012).

Ia membantah kalau industri hulu gas tidak ingin memasok sebesar-besarnya pasokan gas ke industri, namun karena industri hilir sendiri belum siap membeli gas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap proyek gas itu baru dimulai produksinya apabila sudah ada pembelinya, tidak seperti minyak tanpa ada pembeli-pun sudah bisa produksi," kata Edy

Menurut Edy, misalnya beberapa sumur pengembangan gas ada di Sulawesi, Papua dan lainnya sementara kebutuhannya industrinya ada di Jawa. "Nah, karena terkendala infrasturktur sehingga gas yang sudah produksi dan pembeli paling siapnya ada di luar negeri serta disisi lain Negara juga membutuhkan revenue maka untuk sementara gasnya diekspor," ujarnya.

Ia kurang setuju dengan banyak anggapan soal ekspor gas menjadi prioritas, sebanyak 60% gas Indonesia banyak diekspor sementara industri kekurangan gas.

"Kalau pembeli di hilirnya belum siap, ini juga jadi permasalahan juga, tidak bisa gas yang diproduksi didiamkan saja hanya untuk menunggu pembeli," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads