Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga baru Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta, perkiraan tersebut berdasarkan realisasi kuota Premium hingga 31 Mei 2012 yang telah mencapai 11,22 juta KL atau 110,8 persen dari kuota bulan Mei sebesar 10,12 juta KL.
"Melihat profil penyaluran sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 dan kebijakan konsumsi BBM PSO mulai Juni 2012, volume kuota untuk produk Premium akan habis pada tanggal 19 November 2012," imbuh Hanung di DPR, Jakarta, Senin (25/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disparitas harga memicu kemungkinan adanya penimbunan BBM oleh pihak-pihak yang tindak bertanggung jawab yang dapat berdampak pada meningkatnya konsumsi BBM secara signifikan," imbuh Hanung.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana mengatakan DPR dan pemerintah secara serius akan memikirkan masalah meledaknya kuota premium bersubsidi yang disalurkan oleh Pertamina. Menurutnya, mobil mewah yang menggunakan BBM bersubsidi masih menjadi salah satu faktor penyebab membengkaknya kuota BBM bersubsidi tersebut.
"Mobil mewah kan masih sebatas himbauan yang dipaksa menggunakan BBM bersubsidi itu mobil dinas pemerintah, BUMN, perkebunan dan pertambangan yang lain kan masih belum," tegasnya.
(hen/nia)











































