PGN mengeluhkan komitmen PLN yang awalnya mengusulkan proyek LNG terapung di teluk Jakarta tersebut akan memasok kebutuhan gas sebanyak 400 MMSCFD untuk PLTU Muara Karang dan Tanjung Priuk milik PLN.
"FSRU di Teluk Jakarta awalnya didesain atas permintaan PLN sebsar 400 MMSCFD untuk memenuhi PLTU Muara Karang dan Tanjung Priuk. Ternyata pada saat ini, saat FSRU beroperasi hanya menggunakan 160 MMSCFD (gas) sehingga ada kapasitas kosong sekitar 240 MMSCFD," ungkap Direktur Utama PGN, Hendy Prio Santoso di DPR, Jakarta, Senin (25/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan panggil juga PLN, kita dapet keluhan-keluhan mereka kemudian, kita sampaikan kepada PLN. Baru kita serahkan kepada pemerintah untuk mengkoordinasi. Kita hanya pengawasan saja," imbuh Sutan.
(feb/hen)











































