Irak Tawarkan 5 Ladang Minyak ke Pertamina

Irak Tawarkan 5 Ladang Minyak ke Pertamina

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 26 Jun 2012 14:08 WIB
Irak Tawarkan 5 Ladang Minyak ke Pertamina
ilustrasi
Jakarta - Pemerintah Irak mengundang Pertamina untuk menggarap 5 ladang minyak di negaranya. Namun Pertamina hanya ingin menggarap lapangan yang sudah produksi.

Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husein mengatakan tawaran Irak masih terus dinegosiasi, tetapi tidak menyeluruh, karena strategi Pertamina ke lapangan minyak yang sudah produksi minyak dan hanya mengambil sebagian porsi.

"Kita mengharapkan tidak seluruh (lapangan minyak yang ditawarkan), strategi kita berangkat ke lapangan produksi hanya mengambil produksi, dimana operatornya juga bukan Pertamina. Misalnya disini ada beberapa disesuaikan dengan dana yang kita punya," kata Husein ketika ditemui di Kantor Pertamina Pusat, Selasa (26/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Husein, pada dasarnya Pertamina ingin seluruh lapangan yang ditawarkan, namun terkendala dana. "Maunya sih kita beli semua, tetapi uangnnya," ujarnya.

Pasalnya ladang minyak yang ditawarkan Irak sudah berhenti beroperasi. "Kalau dananya sendiri kita belum ada persiapan, tapi kita memang sudah punya anggaran yang tidak dikhususkan untuk apa, jadi bisa digunakan," ungkapnya.

Namun rencana masuknya Pertamina ke Irak ini tetap mendapatkan dukungnan dari pemerintah. "Rencana investasi di Irak ini memang Bussines to Bussines (B to B), namun kami juga meminta dukungan Pertamina lebih kuat lagi, karena seperti perusahaan minyak di dunia, itu tidak ada yang kuat tanpa ada dukungan dari pemerintah, maka nanti pendekatannya kepada G to G," jelasnya.

Diungkapkan Husein, saat ini Pertamina juga sudah mempunyai satu block minyak di Irak yakni Block 3WD (West Dessert). "Blok tersebut 100% milik Pertamina namun masih dalam tahap eksplorasi. Namun saat ada gejolak politik di Irak terpaksa operasi dihentikan," katanya.

Seperti dua lapangan minyak di Libya kata Husein, akibat ada gejolak sosial dinegara tersebut operasi dihentikan sementara waktu.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads